Selasa, 03 April 2012

7 Pahlawan Revolusi Indonesia



Pahlawan revolusi merupakan gelar kepahlawanan yang diberikan kepada 7 orang pahlawan yang meninggal pada peristiwa  G 30 S PKI  ( 30 September 1965 ). Berikut ini merupakan data – data tentang  7 pahlawan revolusi :



















Nama Lengkap              : Letnan Jenderal Anumerta S. Parman
Lahir                             :   Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918
Agama                          :  Islam
Pendidikan Umum Terakhir    :  Sekolah Tinggi Kedokteran (tidak tamat)
Pendidikan Lain             :  Kenpei Kasya Butai
Pendidikan Tentara        :  Military Police School, Amerika Serikat.
Pengalaman Pekerjaan    : Jawatan Kenpeitai
Karier Militer                 :
- Tahun 1964, Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Tahun 1959, Atase Militer RI di London
- Staf di Kementerian Pertahanan
- Maret tahun 1950, Kepala Staf G
- Desember tahun 1949 Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
- Tahun 1945, Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (PT) di Yogyakarta
- Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan    :  Pahlawan Revolusi
Meninggal                    : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                :  Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta





















Nama Lengkap              : Kapten Peiere Andreas Tendean
Lahir                             : Jakarta, 21 Februari 1939
Agama                          : protestan
Pendidikan Umum         :
- SD di Magelang
- SMP B
- SMA B
pendidikan Militer         : ATEKAD

Karier Militer                 :
- ikut dalam operasi Sapta Marga di Sumatera Utara. Beliau dilantik sebagai Letda Czi  tahun 1962
- Danton Yon Zipur 2/Dam II Bukit Barisan
- Pendidikan Intelijen tahun 1963
- pernah menyusup ke Malaysia masa Dwikora sewaktu bertugas di DIPIAD
- 965 diangkat sebagai Ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal TNI A.H. Nasution ketika pangkatnya masih Letda, kemudian naik menjadi Lettu.
Tanda Penghormatan    : Pahlawan Revolusi
Meninggal                     : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta




















Nama Lengkap              : Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
Lahir                             : Purwokerto, 20 Juni 1920
Agama                           : Islam.
Pendidikan Umum        :
- MULO (setingkat SLTP)
- AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta, tamat tahun 1941
- Kursus Pusat Latihan Pemuda
- Latihan Keibodan, Seinendan, dan Syuisyintai

Pendidikan Tentara       : Koninklijke Militaire Akademie di Bandung, (tdk sampai tamat.)
Pengalaman Pekerjaan : Kantor Pendidikan Masyarakat
Karier Militer                 :
- Deputy II Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), Jakarta
- Deputy Kepala Staf Angkatan Darat untuk Wilayah Sumatera, Medan
- Staf Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta
- Staf Angkatan Darat, Jakarta
- Kepala Staf Tentara & Teritorium (T&T) IV/Diponegoro, Semarang
- Ajudan Panglima Besar Jenderal Sudirman
- Anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
Tanda Penghormatan    : Pahlawan Revolusi
Meningga                      : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta




















Nama Lengkap              : Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
Lahir                             : Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Agama : Islam

Pendidikan Formal        :
- HIS (setingkat S D) Bogor, tamat tahun 1935
- MULO (setingkat S M P) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
- AMS (setingkat S M U) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan Militer         :
- Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
- Pendidikan Heiho di Magelang
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
- Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
- Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956
Jabatan terakhir            : Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) sejak tahun 1962
Bintang Kehormatan     :
- Bintang RI Kelas II
- Bintang Sakti
- Bintang Gerilya
- Bintang Sewindu Kemerdekaan I dan II
- Satyalancana Kesetyaan VII, XVI
- Satyalancana G:O.M. I dan VI
- Satyalancana Sapta Marga (PRRI)
- Satyalancana Irian Barat (Trikora)
- Ordenon Narodne Armije II Reda Yugoslavia (1958) dan lain-lain
Tanda Penghormatan    : Pahlawan Revolusi
Meninggal                     : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Taman Makam Pahlawan Kalibata
























Nama Lengkap              : Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
Lahir                             :  Srabaya, 20 Januari 1924
Agama                           : Islam
Pendidikan Umum        :
- ELS (setingkat Sekolah Dasar)
- HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum)
- Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang)

Karier Militer                :
- Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Direktur Intendans Angkatan Darat
- Atase Militer RI di Negara Belanda (tahun 1950)
- Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB)
- Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda
- Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata
- Sekretaris Dewan Pertahanan Negara
- Bekerja di Kantor Penghubung
- Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan    : Pahlawan Revolusi
Meninggal                     : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta




















Nama Lengkap              : Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan
Lahir                             : Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925
Agama                           : Kristen
Pendidikan Formal        :
- Sekolah Dasar
- Sekolah Menengah Pertama
- Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer          : Latihan Gyugun
Pendidikan Lain            :
- Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956
- Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat

Karier Militer                :
- Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962
- Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan
- Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
- Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera
- Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi, tahun 1948
- Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Anggota Gyugun Pekanbaru, Riau
Prestasi                         :
- Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI
Tanda Kehormatan       : Pahlawan Revolusi
Meninggal                     : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Taman Makam Pahlawan Kalibata




















Nama Lengkap              : Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Lahir                             : Kebumen, 23 Agustus 1922
Agama                           : Islam
Pendidikan                     :
- HIS di Semarang
- AMS tahun 1942 di Semarang
- Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
Karir                             :
- Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
- Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara) Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
- Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
- Komandan Batalyon I CPM (1950)
- Danyon V CPM (1951)
- Kepala Staf MBPM (1954)
- Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol (1955-1956)
- Asisten ATMIL di London (1956)
- Pendidikan Kursus “C” Seskoad (1960)
- 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi Brigjen
Tanda Penghormatan    : Pahlawan Revolusi
Meninggal                     :  Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan                 : Lubang Buaya

Minggu, 20 November 2011

Kelas Berat Dalam Tae Kwon Do

Berikut adalah kelas-kelas berat yang digunakan dalam kejuaraan cabang olahraga Tae Kwon Do :
  1. World Junior Taekwondo Championships (umur 14 sampai 17): 10 kelas untuk pria dan wanita.
Kategori berat
Pria
Wanita
Fin
-45Kg
-42Kg
Fly
45kg – 48kg
42kg – 44kg
Bantam
48kg – 51kg
44kg – 46kg
Feather
51kg – 55kg
46kg – 49kg
Light
55kg – 59kg
49kg – 52kg
Welter
59kg – 63kg
52kg – 55kg
Light Middle
63kg – 68kg
55kg – 59kg
Middle
68kg – 73kg
59kg – 63kg
Light Heavy
73kg – 78kg
63kg – 68kg
Heavy
+78kg
+68kg










 
 
 
 
 
  1. World Taekwondo Championships World Cup Taekwondo (Umur 15 atau diatasnya): 8 kelas yang di pertandingkan pria dan wanita.
Kategori berat
Pria
Wanita
Fin
- 54kg
- 47kg
Fly
54kg – 58kg
47kg-51kg
Bantam
58kg – 62kg
51kg – 55kg
Feather
62kg – 67kg
55kg – 59kg
Light
67kg – 72kg
59kg – 63kg
Welter
72kg – 78kg
63kg – 67kg
Middle
78kg – 84kg
67kg – 72kg
Heavy
+84kg
+72kg








 

 
 
 
 
  1. Olympic Games Taekwondo (beginning at Sydney 2000): respective four weight classes for men and women.
Pria
Wanita
- 58kg (under 58kg)
-49kg (under 49kg)
- 68kg (under 68kg)
- 57kg (under 57kg)
- 80kg (under 80kg)
- 67kg (under 67kg)
+ 80kg (over 80kg)
+ 67kg (over 67kg)

Pidato Singkat Tentang Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

Selamat pagi Bapak/Ibu Guru dan teman-teman sekalian. Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berat dan rahmatNya kita dapat berkumpul di ruangan ini, saya juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Untuk kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato tentang hari pahlawan.

Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Tanpa sikap kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup.

Teman-teman sekalian

Pahlawan merupakan sosok figur yang selalu di banggakan masyarakat. Mereka yang dianggap pahlawan adalah mereka yang telah berjuang demi kepentingan masyarakat banyak. Sosok keteladanan mereka dapat membekas di dalam hidup seseorang seumur hidupnya. Generasi muda saat ini sudah sangat kehilangan sosok kepahlawanan. Mereka sudah tidak lagi mengerti dan mengenal nilai-nilai kepahlawanan. Generasi sekarang lebih cenderung bersifat induvidualis tanpa mementingkan kepentingan orang lain ataupun sesamanya.

Hal yang sangat berharga dalam kepahlawanan adalah persatuan dalam solidaritasnya. Para pahlawan bersatu dari berbagai macam golongan, bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita merdeka. Marilah kita lihat perjuangan di saat masa-masa kemerdekaan, para pahlawan banyak sekali yang kekurangan pangan, sandang bahkan papan. Namun masyarakat di kala itu lebih saling tolong menolong. Mereka yang kuat membantu yang lemah. Tidak ada pertentangan agama ataupun kesukuan. Di saat itu mereka semua bersatu padu melawan penjajah.

Teman-teman sekalian

Hal lain yang patut di tiru dari pahlawan adalah perjuangannya. Mereka berjuang bertahun-tahun untuk mencapai cita-cita mereka. Hal ini merupakan panutan yang baik bagi generasi muda agar mereka tangguh seperti pahlawan. Mereka mau belajar untuk mecapai cita-cita mereka. Para pahlawan tidak hanya mencucurkan keringat tetapi juga dengan segenap jiwa mereka untuk kemerdekaan Indonesia. Namun mereka tetap teguh berjuang membela negara dan mempertahankan prinsip mereka.

Sudah saatnya generasi muda di kenalkan kembali kepada nilai-nilai kepahlawanan yang sudah mulai luntur dan tidak berarti lagi. Dengan mengenal para pahlawan maka kita pun akan di ajarkan untuk membangun kembali sikap
kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme. Lihatlah mereka yang telah berhasil, mereka telah menunjukkan bahwa cita-cita mereka bukanlah hal yang mustahil.

Sekian pidato saya, mohon maaf jika ada salah-salah kata dan terima kasih.